di dada ku ada gumpalan salju
aku tak berharap kau percaya
aku menyebutnya
sebagai rindu
di punggungku ada batu
aku tak berharap kau percaya
aku meyebutnya
sebagai rindu
di mataku ada debu
aku tak berharap kau percaya
aku menyebutnya
sebagai rindu
pernah aku memetik
senyummu berdebu di dedaunan
namun hujan sirnakan debu
hingga aku menggetar menggigil
kau mungkin tak percaya
aku menyebutnya
sebagai rindu
Jakarta, 7 Oktober 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar