Jemari mungilmu melambai seperti kuncup daun tertiup semilir angin
Mata beningmu memancarkan harap akan keindahan kehidupan
Lantang teriakmu bagai lengking nyanyian di keheningan malam
Renyah tawamu menyingkirkan sepi dan kepenatan yang kurasakan seharian
Di sela gaduhmu ada ketulusan cinta sejati
Di sisa tangismu ada kelembutan nan hakiki
Di ujung sentuhanmu ada kekuatan yang mampu menembus lubang di hati
Malaikat kecilku,
Aku merindukan derai tawamu
Tawa yang timbul bukan karena hasrat mentertawakan
Aku merindukan tangismu
Tangis yang kau buat bukan karena merintih meratapi hidup
Aku merindukan kemilau tatapanmu
Tatapan lembut penuh cinta yang memberiku energi lebih untuk bermimpi
Tentang perjalanan, tetang hidup, tentang cinta, tentang masa depan, tentang apapun
Jahanaraku,
Aku ingin melihatmu tetap tersenyum meski kelak persoalan hidup mulai menghampirimu
NAD, 2 Agustus 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar