Aku memindai sosokmu dalam derai gerimis
Aku menyulam khayal pada tirai air hujan
Menata tiap keping rautmu serupa kepingan puzzle
Dan semua menjelma sempurna
Selukis wajah yang kerap hadir bersama rintik hujan
Mengajakku sejenak melepas rindu yang menggelegak
Dari musim ke musim
Aku selalu merindukan hujan
Yang rintiknya memaksaku mengingatmu
Mengajakku merajut mimpi tak bertepi
Tapi selalu… semuanya segera berlalu
Sirna bersama desir angin di beranda
Perlahan memudar seiring hujan yang mereda
Cinta selalu memendam misteri dan rahasianya sendiri
Seperti juga hujan
Jakarta, 14 Januari 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar